e-catalog Cara Baru Menghambat Supplier…

LPSE atau Lelang online sudah lama dilaksanakan, kemudian pada masa yang sama e-catalog juga muncul, Dahulu e-catalog tidak menjadi masalah karena kita bisa mendaftar sewaktu-waktu.. Namun di era Revolusi Mental ini ada Mental yang menghambat e-catalog 🙂 Bayangkan anda daftar e-catalog yang banyak itu sebagian besar adalah supplier dari Jakarta. Supplier daerah banyak yang belum mendaftar di e-catalog, sementara pembelanjaan pemerintah misal untuk webhosting setahun 350ribu harus tercantum di e-catalog dan memang harus perusahaan berlisensi komplit perpajakan komplit. Nah loe kalau .desa.id website cuma 350ribu sampe 500ribu per tahun dan harus order ke pemilik server yang lokasi servernya di Jakarta apa iya efisien?
Misal di Jawa Tengah kan udah ada IIX-JT1 dan IIX JT2 kenapa tidak ditaruhkan di ISP yang ada di Jawa Tengah saja sehingga untuk maintenance tidak membutuhkan kecepatan Internet yang dari Jakarta apalagi bila di Makasar atau di Batam OPEN-IXP udah ada di sana? Nah penyedia hosting yang perusahaan lokal ini diberi waktu yang amat pendek pada akhir tahun dan ditambah lagi LKPP sempat libur dalam minggu penawaran itu karena ada trainning internal ditambah dengan liburan natal dan tahun baru praktis dibuka cuma di akhir november di di awal desember untuk pengadaan supplier hosting di e-catalog ini. Belum lagi yang ISP juga belum tahu kapan dibuka lagi pengadaan dan negosiasinya…. Aneh pula orang-orang LKPP berhak untuk mengadakan negosiasi padahal namanya KATALOG….
Yang namanya KATALOG mestinya adalah survay PASAR. Fair Market Value begitu kata orang-orang Masyarakat Profesi Penilai Indonesia. Sebagai anggota MAPPI yang udah kedaluwarsa pada tahun 2001 entah bisa ikut MuNAS gak ini akhir bulan Januari. MAPPI.or.id





MAPPI akan mengadakan Musyawarah Nasioanl akhir bulan ini. Semestinya kalau LKPP terutama ecatalog itu bersifat nego harga sangat aneh ya gak? 🙁 seharusnya dia adalah memberikan acuan harga dari harga terendah dan harga tertinggi mestinya seperti itu. Dan mereka mestinya cukup memverifikasi perusahaan yang akan masuk ke LKPP ecatalog sesuai dengan perijinan dan perpajakan lengkap atau tidak. Soalnya kembali ke akses Internet di Indonesia ada yang Namanya RT/RW net saya tidak setuju ini di larang sama sekali tapi kalau udah sebulan diatas Rp. 200ribu ya itu ranahnya ISP Resmi, masak RT/RW net memberikan layanan untuk desa sebulan misal Rp. 500ribu atau bahkan Jutaan ke instansi sekolah. Walau memang kualitasnya seperti ISP misal dia juga memiliki IP Public langsung beli di APNIC ya tapi kan negara dirugikan dia gak bayar BHP dan pajak. Nah itu aja intinya walaupun dia jualnya ke swasta besar juga salah…. Karena ada kerugian Negara yang cukup signifikan. Kalau sebulan Rp. 50ribu – 100ribu ya itu ranah kerja RT/RWnet gak masalah lah memang ada konsumen yang perlu seharga segitu. Jadi mereka memang bener2 tidak mengganggu ISP resmi, bahkan mereka boleh juga mestinya menjual lastmile ke ISP asalkan semua Billing oleh ISP resmi dan pajak, BHP juga mestinya ISP resmi ini bayar.





Kembali ke LKPP kenyataan di Daerah terpencil aja Koneksi Internet masih banyak di supply oleh Illegal ISP atau perusahaan yang tidak memiliki lisensi ISP misal CV XXX yang resmi juga tidak dengan mudah, malah dipersulit untuk masuk ke ecatalog karena jadwalnya tidak ada aneh kan? Jadwal itu akan ada kapan tidak bisa menjelaskan. Kita udah kembali sampai 3 kali di pingpong di LKPP gila gak? coba bayangkan masalahnya cuma mau masuk ecatalog dan jualnya di plosok daerah. Padahal menurut LKPP tidak memakai perusahaan yang di ecatalog gak masalah yang penting alasannya kuat. ecatalog tidak satu-satunya cara pengadaan. Nah loe????? Tapi penguasa daerah tetap takut kalau terjadi masalah pada pemeriksaan BPK atau sejenisnya.
Tersedia hosting di Jagatnet untuk desa dengah harga dibawah Rp. 500ribu per tahun. Alasan kuat untuk order saat ini belum muncul webhosting di ecatalog. Segera beli sebab kalau udah muncul di ecatalog ntar repot alasan kuatnya 🙂 Belum lagi online shop juga belum jelas itu kapan kita semua bisa daftar di ecatalog.

Leave a Reply